Home

Jauh diMata dekat diHati

Leave a comment


Merindukan yang Jauh

Merindukan yang Jauh

Teringat ketika sang pangeran akan dikarantina selama hampir sebulan. Rindu itu menggelayut di dalam relung hati, namun waktu tak mengizinkan kita untuk bertemu hingga saya pun menyadari akan adanya hikmah di balik semuanya. Teringat dengan azzam kita.

Tapi yang ingin saya ceritakan bukan itu, tapi sebuah lagu Β yang menjadi backsound saat saya merasakan rindu dan sang pangeran sibuk hingga sulit sekali dihubungin. Pasti udah pada tahu dengan lagunya The Sister yang berjudul “Jauh diMata Dekat diHati”. Awalnya saya tidak suka dengan lagu ini, mungkin hanya kebetulan pas dengan kondisi saat itu. πŸ˜€

Jauh diMata Dekat diHati

Sudah lama ku tak bertemu aku rindu rindu
Pikir pikir udah seminggu tak bertemu kamu
Jadinya kepikiran, ga mau makan
Pengen cepat ketemuan
Jadinya bikin lagu lagunya lucu
Lucu lucu kayak kamu

Reff:
Jauh dimata dekat dihati
Meski jauh kau slalu di hati
Jauh dimata dekat dihati
Ku selalu ada untukmu
Jauh dimata dekat dihati
Dihatiku cuma ada kamu
Cause i luv uuuu
Cause i miss u

Advertisements

Belajar dari Seorang Nenek Penjual Kue

Leave a comment


Setiap pagi selalu aku mendengarkan suara khas dari seorang nenek yang menjajakan dagangannya. Beliau pagi-pagi sekali pergi ke tempat orang-orang yang selalu membuat kue basah dan gorengan, ketika matahari mulai bersinar maka beliau pun mulai berkeliling untuk menjual makanan yang beliau ambil ketika matahari belum terbit. Untuk beberapa kali, saya sering menanti beliau untuk membeli kue dan gorengan.

Ketika saya memanggil karena hendak membeli, beliau senantiasa mengucap hamdallah. Ketika saya memilih makanan yang akan dibeli, beliau ramah sekali. Banyak hal yang beliau ceritakan bahkan tanyakan. Ketika ada sesuatu yang membuat beliau takjub, segera beribu ucapan do’a dipanjatkannya. Saya kagum terhadap nenek-nenek ini, pekerja keras serta ramah kepada setiap pembeli.

Saya malu, sebagai seorang wanita yang masih muda belum bisa bekerja keras dan beramah tamah seperti beliau. Nenek, walaupun kau bukan nenek saya namun saya berharap kelak engkau akan mendapatkan kebahagiaan nyata melalui semua kerja keras dan kebaikanmu. Aamiin

Darimu, aku belajar banyak. πŸ™‚

Ingin Bisa Menggambar

1 Comment


Tanpa Wajah dan Tanpa Jari

Tanpa Wajah dan Tanpa Jari

Semenjak SD saya berhenti menggambar, lain halnya dengan saat di bangku TK. Alhasil, sampai sekarang setiap gambar manusia selalu nyerah di bagian muka dan jari. Lihat saja kedua gambar di atas, kebetulan sekarang sedang hobi menggambar lagi. Itung-itung kembali belajar menggambar. πŸ™‚

Nyablon Sederhana

Leave a comment


Karyaku

Karyaku

Taaaraaa!!!

Kamis yang lalu, tepatnya pada tanggal 24 Maret 2011 saya membuat karya ini. Baguskan? Susah payah loh saya membuatnya.

Kebetulan disemester 2 ada mata kuliah seni rupa. Ya, pastinya seni rupa yang bisa diajarkan kembali di bangku Sekolah Dasar. Makumlah calon ibu guru SD. πŸ˜‰

Nah, materi pada waktu itu adalah menyablon sederhana. Cara kerjanya melalui dua tahap, tapi bagi saya tiga tahap. hehehe πŸ˜€

Selamat membaca πŸ™‚ More

Ingin Bintang

1 Comment


Bintang

Bintang

Senangnya tulisan-tulisan saya bisa dikasih bintang-bintang sekarang. Baru diupdate hari kemarin, tepatnya tanggal 30 Maret 2011.

Senang rasanya, karena saya bisa melihat bintang-bintang kapan pun. Tak harus menanti malam datang apalagi berharap hujan tak turun.

Ayo berikan bintang-bintangmu pada tulisan yang kalian sukai. πŸ˜€

Aku Rindu

Leave a comment


Merindukanmu

Merindukanmu

Izinkan aku untuk menyimpan serpihan-serpihan rindu yang suatu saat nanti akan berwujud menjadi kasih sayang yang jauh lebih besar dari saat ini. More

Don’t Be Sad

Leave a comment


 

sad?

sad?

Entah mengapa saya ingin menulis hal ini, sungguh tak ada sedikit raut kesedihan di wajah karena memang saya tidak sedang merasakan satu perasaan itu. Saya merasa bahagia karena sempat merasakan kesedihan ketika ketidak nyamanan menghampiri, meski hanya sementara dan tak saya biarkan sedih itu tinggal selamanya. Jika hanya sekedar mampir untuk beristirahat dan memberi warna hidup, maka saya persilahkan dengan satu syarat ia harus mau dipaksa pergi ketika ketidak nyamanan telah dirasakan.

Lantas, apa alasan saya menulis ini? More

Older Entries Newer Entries

%d bloggers like this: