Home

Ingin Bintang

1 Comment


Bintang

Bintang

Senangnya tulisan-tulisan saya bisa dikasih bintang-bintang sekarang. Baru diupdate hari kemarin, tepatnya tanggal 30 Maret 2011.

Senang rasanya, karena saya bisa melihat bintang-bintang kapan pun. Tak harus menanti malam datang apalagi berharap hujan tak turun.

Ayo berikan bintang-bintangmu pada tulisan yang kalian sukai. ๐Ÿ˜€

Don’t Be Sad

Leave a comment


 

sad?

sad?

Entah mengapa saya ingin menulis hal ini, sungguh tak ada sedikit raut kesedihan di wajah karena memang saya tidak sedang merasakan satu perasaan itu. Saya merasa bahagia karena sempat merasakan kesedihan ketika ketidak nyamanan menghampiri, meski hanya sementara dan tak saya biarkan sedih itu tinggal selamanya. Jika hanya sekedar mampir untuk beristirahat dan memberi warna hidup, maka saya persilahkan dengan satu syarat ia harus mau dipaksa pergi ketika ketidak nyamanan telah dirasakan.

Lantas, apa alasan saya menulis ini? More

Secarik Surat untuk Pap

1 Comment


Pap…
Meski tak ada hari Ayah di dunia ini, tapi bagiku engkau tetaplah sosok istimewa sama seperti Mam. Tanpamu tak akan ada sosok Asri Nurlaela Sari juga kedua saudaraku.

Sungguh aku bangga memiliki ayah sepertimu Pap, engkau telah membuatku kagum dengan semua kegigihan dan pengorbananmu. Aku pun bangga karena engkau telah berusaha menjadi seorang ayah dan ibu selama aku berada di kota perantauan ini.

Pap, ada satu kebiasaanmu yang membuatku tak berhenti berucap “Subhanallah”. Setiap minggu engkau melewati rute Bandung-Tasik yang aku tahu bagaimana perjalanan dan lelah yang kan didapat, tapi tak pernah sedikit pun engkau mengeluh. Subhanallah, engkau adalah sosok ayah yang berbeda dari ayah-ayah yang lainnya. Engkau selalu menomor 1kan kami, aku bangga dan aku bersyukur tiada henti karena telah menjadi putri dari seorang ayah seperti engkau.

Pap, aku ingin suatu saat nanti akulah yang menggantikan semua tugas-tugasmu. Biarkan aku dan Kakaklah yang menggantikan kewajibanmu dan aku akan lebih bahagia jika engkau bersedia duduk manis bersama Mam menanti kedatangan putra-putrimu dengan selalu membawa kabar bahagia dan yang membanggakan untuk kalian.

Celotehan aku dan Kakak tentang “nanti 2 tahun lagi” nyaris akan terwujud sebentar lagi. Setelah Allah SWT meridhoinya maka semua akan berubah menjadi setiap detik adalah kebahagiaan, keberhasilan, senyuman, kebanggaan dan berbagi. Namun sejak saat ini akan kucoba tuk mewujudkan semuanya.

Engkau pun inspiratorku.
Ridhoilah setiap niat, laku dan citaku Pap.

Bismillah…

“Aku mencintaimu karena Allah SWT Pap.”

Secarik Surat untuk Mam

Leave a comment


Mam, hari liburku sudah tiba namun jarak masih saja memisahkan kita. Mam, aku ingin sekali berjumpa denganmu, ingin rasanya aku memelukmu dan bercerita banyak hal. Mam, maafkanlah aku yang tak dapat memberikan keistimewaan di hari Ibu kemarin.

Mam, terima kasih atas semua nasehat dan segalanya yang telah engkau berikan kepada putrimu ini. Kini aku mengerti bahwa semua yang kau lakukan adalah bukti cintamu kepadaku, kini aku ingin berubah menjadi putri solehah yang kan senantiasa membuatmu dan Pap tersenyum bangga dan bahagia, aku ingin semua anggota keluargaku benar-benar bahagia karena adanya diriku.

Mam, terima kasih engkau telah sempat mengizinkanku untuk dekat dengan seseorang yang mampu memberikan pengaruh positif dalam kehidupanku, tapi kini aku serahkan semuanya kepada Alla dan kepadamu karena aku ingin mendapatkan yang maslahat untuk semuanya. Mam, andai engkau tahu apa yang tengah aku rasakan saat ini. Aku merasa damai dan terharu dengan semua yang telah kuterima selama 19 tahun ini.

Mam, aku bersyukur menjadi putri dari seorang Ibu sepertimu. Engkau berbeda dari orang tua yang lainnya, tak akan ada yang bisa mengalahkan cinta dan kasih sayangmu di dunia ini.

Engkaulah inspiratorku, aku ingin sekali menjadi sosok Ibu yang sempurna seperti engkau Mam.
Ridhoilah setiap niat, laku dan citaku Mam.

Aku berjanji, suatu saat nanti akan kupersembahkan sesuatu yang luar biasa untuk Mam, Pap, Kakak dan Adeku. Dan aku yakin akan ada peristiwa mengharukan dan membanggakan sama percis ketika kau memelukku karena aku telah mewujudkan harapan kecilmu Mam.

Bismillah….

“Aku mencintaimu karena Allah SWT Mam.”

Ayah Pulang!!!

Leave a comment


Di suatu malam ketika aku hendak pergi ke luar, aku menyaksikan pemandangan yang sudah jarang aku temui. Dua anak yang tengah menyambut kedatangan Ayahnya dari kantor membuatku terdiam hanya untuk sekedar menyaksikan rentetan kejadian singkat itu. More

Hak dan Kewajiban Belum Merdeka

1 Comment


Essei dengan tema “Kemerdekaan” adalah salah satu tugas dari jurusan/prodi PGSD untuk dikumpulkan saat MOKA hari ke dua. Cukup tergesa-gesa membuatnya, tanpa sumber dan hanya mengandalkan ide yang cukup semrawut pada saat itu. ๐Ÿ˜€ More

Merah

2 Comments


Merah

Merah

Merah adalah cermin dari sebuah keberanian, merah selalu diidentikan dengan hal-hal yang berbau semangat, motivasi, dan keberanian.

Merah bukanlah suatu warna yang aku sukai, tapi mengapa dari sejak dulu hingga sekarang aku selalu dibelikan benda-benda yang berwarna merah oleh ibuku.

Merah mengingatkanku pada mukaku yang akan memerah disaat aku lelah, malu, dan banyak berbicara.

Merah adalah salah satu warna kebanggaan bangsa kita yang ada dan terpajang pada bendera negara kita.

Merah terkadang tidak pernah aku sukai karena warnanya yang mencolok, tapi terkadang aku pun suka dengan warna merah itu.

Merah sebenarnya warna yang berhubungan dan mengalir di dalam tubuh kita, merah merupakan warna yang paling mencolok dan mendominasi diantara warna-warna yang lain.

Merah bisa juga bisa dikatakan sebagai tanda peringatan bahwa kita harus berhenti.

Merah bagaikan warna api yang membara.

Merah selalu membawakan kehangatan dan selalu memberikan keberanian.

Merah selalu mengingatkanku akan wajah Ibuku dan benda-benda pemberiannya.

Merah adalah pelengkap keindahan pada bunga mawar yang sedang mekar.

Merah selalu mengingatkanku akan kedhidupan selanjutnya yang selalu tidak diharapkan oleh orang-orang.

~28 Juli 2008~

Tentang merah ini adalah sebuah permulaan dari proses kreatif pelajaran sastra Indonesia di kelas XI awal. Waktu itu Bu Yanti memberikan satu kata yakni “merah”, kita diberi tugas untuk memaparkan atau menceritakan tentang merah yang ada di pikiran kita. Apapun itu yang penting ada kaitannya dengan merah. ๐Ÿ˜€

Older Entries

%d bloggers like this: