Hamil, hal yang sangat membahagiakan.

Kenapa? Kok bisa?

Karena ada makhluk Allah SWT yang suci, tumbuh dan berkembang dalam perut ini. Dia adalah anugerah pernikahan yang begitu indah. Seorang anak yang begitu dinanti dan didamba dalam setiap detik perjalan kami. Allah SWT pun tak membiarkan kami lelah menanti akan kehadiran anak. Diketahui tepat 2 bulan setelah pernikahan kami, ada janin yang tengah berumur 6 minggu. Itu artinya, dia hadir tepat 1 bulan setelah ijab qobul itu terucap.

Diawal dia hadir, memang bisa dikatakan masa perjuangan yang begitu nyata. Orang bilang ngidam. Mulai dari susah makan, muntah-muntah, mudah lelah, bahkan merasa mual setiap mencium aroma makanan. Darisanalah demam typoid dan DB mengintai calon Ibu muda ini. 3 bulan tak dapat beraktifitas bebas. Berbaring dan duduk, itulah rutinitas yang harus dialami. Namun semua itu hanya berlangsung sampai bulan ke3 saja.

Memasuki umur janin 4 bulan, nafsu makan mulai hadir kembali. Bisa dibilang mamayu kalau orang Sunda bilang. Mulai dari sinilah kehadiran sang calon bayi mulai nyata terasa. Rasanya, seperti ada getaran sayap kupu-kupu di dalam perut. Semakin bertambahnya usia kandungan, maka getaran itu semakin terasa nyata.

Memasuki usia 7 bulan, saat Dede aktif  bergerak dengan lincah, kami tengok lewat usg untuk yang ke3 kalinya. Lucunya Dede Bayi di dalam perut sana. Waktu pertama kali diusg saat usia 2 bulan, belum terbentuk sempurna anggota tubuhnya. Dan sekarang, Dede bayi sudah sangat sempurna fisiknya, bahkan sudah pada posisi kepala di bawah. Alhamdulillah🙂

Sekarang, genap 8 bulan umur kandungan ini. Gerakan Dede Bayi semakin lincah dan terasa sekali. Terkadang saat calon Ibu ini senyum-senyum dan kesakitan sendiri adalah pemandangan yang sudah tidak aneh bagi suami tercinta. Adegan suami elus-elus perut dan terkaget-kaget saat salah satu bagian tubuh bayi terlihat menonjol di permukaan perut adalah kejadian yang lucu. Tak jarang suami menjerit karena dikagetkan oleh Dede Bayi.😀

1 bulan lagi, insya Allah Dede Bayi sudah bisa kami gendong dan dirawat dengan penuh kasih sayang.

Tak sabar menanti kehadirannya. Beribu do’a untuk kebaikannya senantiasa terpanjatkan dari keluarga besar kami.

Love you Dede sayang. Ummi, Abi, kedua Kakek Nenek, Om, Tante dan yang lainnya sudah tak sabar menantikan kehadiranmu.

:-*