Mam :-*
Mam :-*

Rasa rindu itu tak pernah habis. Setiap kali aku pulang atau Mam menjengukku dengan alasan melepas rindu, justru akan menambah rindu. Semua itu terbukti selama 5 tahun ini sejak aku memutuskan untuk menimba ilmu di luar kota.

Kini, putrinya yang dulu manja dan selalu ingin bersama Mam, sekarang sudah memiliki pendamping hidup dan membuat rasa rindu itu semakin menjadi. Sepertinya ruang yang tersedia untuk rindu pun sudah meluap tak terbendung lagi.

Apakah kau pun juga demikian Mam?

Aku yakin, beliau sangat merindukan anak-anaknya. Terutama terhadap putri satu-satunya. Apa rinduku terhadap Mam belum seberapa jika dibandingkan dengan rindu Mam terhadapku, sampai-sampai Mam bermimpi dan memanggil namaku dalam lelapnya.

Pesan singkat yang Mam kirimkan, berhasil membuatku berkaca-kaca dan rasanya ingin sekali berlari menghampiri dan memeluk Mam.

Inilah pesan yang Mam kirimkan dipagi yang dingin dan mendung ini.

Apa kabar nak?

Sedang apa?

Tadi malam Mam mimpiin kamu, sampai-sampai ngigo manggil nama kamu ke Ade.

I LOVE YOU MOM :-*