sad?

sad?

Entah mengapa saya ingin menulis hal ini, sungguh tak ada sedikit raut kesedihan di wajah karena memang saya tidak sedang merasakan satu perasaan itu. Saya merasa bahagia karena sempat merasakan kesedihan ketika ketidak nyamanan menghampiri, meski hanya sementara dan tak saya biarkan sedih itu tinggal selamanya. Jika hanya sekedar mampir untuk beristirahat dan memberi warna hidup, maka saya persilahkan dengan satu syarat ia harus mau dipaksa pergi ketika ketidak nyamanan telah dirasakan.

Lantas, apa alasan saya menulis ini?

Hanya ingin sedikit mengingatkan dan berbagi kepada saudara-saudaraku yang berada di dunia maya. Belakangan ini, sering dijumpai kalimat-kalimat yang mengguratkan kesedihan, keterpurukan bahkan lebih parahnya lagi sampai kepada ketidak berdayaan dalam menghadapi sesuatu. Sesungguhnya saya tidak menyukai hal itu, saya ingin semua orang bahagia tanpa terkecuali. Apapun yang tengah dihadapi tetaplah tersenyum dan ceria. Tidak mungkin selamanya kebahagiaanlah yang berdiam dalam hidup kita. Jika kita hanya ingin berada di garis aman maka tidak lain kita hanya seorang manusia yang tidak dapat melihat seluruh dunia. Mengapa saya berkata demikian?

Bagi saya, orang yang hanya ingin bahagia dan takut dengan masalah adalah ia yang tidak bisa menerima sebuah siklus hidup. Ketidak ramahannya terhadap masalah, membuat ia jatuh dalam lubang kesedihan yang begitu dalam hingga kesedihan pun begitu lama ingin tinggal bersamanya.

Janganlah takut sahabat, sesungguhnya setiap masalah adalah benih kebahagiaan dan kebahagiaan adalah gerbang dimana masalah dapat menyelinap membawa serbuk kesedihan.

Jadi, berbesar hatilah bahwa akan ada kebahagiaan yang menanti kita. Berwaspadalah, jangan biarkan kesedihan benar-benar hadir dalam hidup kita, ketika ia hadir maka kita telah siap dengan segala cara untuk membuat ia segera pergi dari hidup.

Jangan biarkan sedih menyelimuti hati, tersenyumlah dan ciptakan bahagia.

🙂