Pap…
Meski tak ada hari Ayah di dunia ini, tapi bagiku engkau tetaplah sosok istimewa sama seperti Mam. Tanpamu tak akan ada sosok Asri Nurlaela Sari juga kedua saudaraku.

Sungguh aku bangga memiliki ayah sepertimu Pap, engkau telah membuatku kagum dengan semua kegigihan dan pengorbananmu. Aku pun bangga karena engkau telah berusaha menjadi seorang ayah dan ibu selama aku berada di kota perantauan ini.

Pap, ada satu kebiasaanmu yang membuatku tak berhenti berucap “Subhanallah”. Setiap minggu engkau melewati rute Bandung-Tasik yang aku tahu bagaimana perjalanan dan lelah yang kan didapat, tapi tak pernah sedikit pun engkau mengeluh. Subhanallah, engkau adalah sosok ayah yang berbeda dari ayah-ayah yang lainnya. Engkau selalu menomor 1kan kami, aku bangga dan aku bersyukur tiada henti karena telah menjadi putri dari seorang ayah seperti engkau.

Pap, aku ingin suatu saat nanti akulah yang menggantikan semua tugas-tugasmu. Biarkan aku dan Kakaklah yang menggantikan kewajibanmu dan aku akan lebih bahagia jika engkau bersedia duduk manis bersama Mam menanti kedatangan putra-putrimu dengan selalu membawa kabar bahagia dan yang membanggakan untuk kalian.

Celotehan aku dan Kakak tentang “nanti 2 tahun lagi” nyaris akan terwujud sebentar lagi. Setelah Allah SWT meridhoinya maka semua akan berubah menjadi setiap detik adalah kebahagiaan, keberhasilan, senyuman, kebanggaan dan berbagi. Namun sejak saat ini akan kucoba tuk mewujudkan semuanya.

Engkau pun inspiratorku.
Ridhoilah setiap niat, laku dan citaku Pap.

Bismillah…

“Aku mencintaimu karena Allah SWT Pap.”