Bicara tentang drama saya jadi teringat masa-masa di kelas 2 dan kelas 3 SMA yang selalu ada tugas akhir untuk praktek drama. Tapi kali ini saya tidak akan menceritakan hal itu disini, bukan drama di masa SMA. Drama yang begitu natural tanpa memerlukan latihan dan persiapan yang menyita waktu. Memangnya ada ya? Jawabannya 100% ada, nyata di sekitar kita. Mari simak kisahnya.😛

Suatu sore di hari Selasa tanggal 09 Novemer 2010 saya pergi ke tempat poto copy bersama teman, disana ada anak perempuan yang kira-kira masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Ketika saya menatapnya dia seperti malu, saya hanya tersenyum padanya dan memalingkan wajah ke arah lain. Namun apa yang dia lakukan sangat mencuri perhatian saya, dengan spontan saya kembali menatapnya mencoba mencari tahu apa yang tengah dia lakukan. Rupanya dia sedang bermain sendiri, bukan masak-masakan atau menggendong boneka tapi memegang barang yang seolah-olah adalah hand phone. Lucu sekali dia, bebicara seakan-akan benar sedang menelpon. Media yang dia gunakan adalah karton yang berbentuk persegi panjang berukuran kecil, mirip sekali dengan hand phone.

Disana saya tetarik sekali memperhatikan dia sampai-sampai saya senyum-senyum sendiri. Bukan karena apa yang dia lakukan, tapi karena ekspresi yang dia tunjukkan. Percis sekali dengan orang dewasa yang tengah menelpon. Mulai dari mimik wajahnya, gayanya dan sikapnya. Ya ampun hebat sekali anak yang satu ini, seolah-olah sedang bermain peran dalam sebuah drama.

Tapi tidak hanya dia yang berprilaku seperti itu, beberapa anak kecil di dekat rumah pun selalu berlaku seolah-olah sedang melakukan hal yang benar-benar dia jalani di kehidupan nyata dan berlaku seperti orang dewasa. Saya yang lewat di hadapan mereka pun selalu dibuat tertawa, apalagi ketika mereka serempak memanggilku dengan panggilan “Teteh”. Lucu sekali mereka, membuat saya teringat dengan masa kecil.

Anak kecil itu memang polos, tapi secara tidak langsung kepolosannya itu adalah hal besar yang tidak akan pernah bisa dilakukan oleh orang-orang dewasa.

Masa kecil itu memang indah dan tak akan bisa terulang. Jadi bagi teman-teman yang memiliki adik, saudara atau bahkan sudah punya sang buah hati harap dijaga. Jangan buat mereka tertekan di masa kecilnya, biarkan mereka berekspresi dengan pengawasan kita. Jangan sampai kita membebaskan mereka tanpa memperhatikan baik dan buruknya.🙂