Tepat 1 hari yang lalu, tanggal 04 Agustus 2010 aku baru saja menyelesaikan membaca novel yang berjudul “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Hanya terdiri dari 309 halaman, namun sayang aku harus menyelesaikannya selama 2 hari. Kalau ditotal cukup 6 jam saja, maklumlah saat membaca selalu terganggu dengan kegiatan lain apalagi aku baca e-book, gak mungkin kan terus mantengin layar lappyku.😀

Dari novel-novel melow yang sering aku baca, baru kali ini aku berderai air mata dari awal sampai akhir. Percaya gak? Buat ngebuktiin, baca sendiri aja deh.

Kisah putri Lhok Nga yang baru berusia 6 tahun namun mampu bersikap dewasa, mengerti tentang hidup dan kehidupan, juga mampu ikhlas dengan kepergian meski ia belum mengerti tentang kematian yang sesungguhnya. Yang begitu menakjubkan adalah kemauan dia untuk berbuat kebaikan dan perjuangannya dalam menghafal bacaan shalat meski masih dibumbui dengan imbalan, maklumlah anak 6 tahun namun ia mampu menyelsaikan semua dengan ikhlas atas petunjuk dariNya.

Banyak banget intisari yang bisa kita ambil dari kisah ini. Oh iya, ini berkisah tentang kejadian tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2006 intinya mengisahkan Delisa sebelum, saat, dan setelah kejadian tsunami.

Bagi yang belum pernah baca, cepetan baca deh! Atau aku yang ketinggalan dan baru baca? Pokoknya ini kisah yang menginspiratif banget.

Niatnya aku mau menyisipkan review buku lengkap dengan sinopsisnya, ya… itung-itung mengulang pelajaran sastra Indonesia.😛 Tapi sayangnya si aku lagi kena virus M (M.A.L.E.S), jadi rasanya males banget buat ngetik, ditulis tangan pun malah kerajinan apus gara-garanya salah terus dan buntu. Tapi kalo begini kan biar kalian penasaran.😉 hehehe😀