Ketika beberapa orang bangga dengan apa yang ia dengar dan yang ia utarakan, aku hanya tersenyum tanpa rasa bangga dan bahagia. Mereka bahagia saat kata itu terucap dengan jelas, yaitu ungkapan cinta yang ketulusannya masih sangat dipertanyakan olehku. Bagaimana tidak jika aku meragukan semua itu?

Ungkapan itu disampiakan dan diterima setelah ia baru saja kehilangan cinta lamanya karena suatu hal. Itukah yang dinamakan cinta yang tulus dengan ridho sang Ilahi? Aku rasa itu hanya sebuah klise belaka. Untuk apa dia berani berbicara jika hati kecilnya merasakan keraguan dan tidak sanggup menerima konsekwensi yang tidak ia sadari.

Apakah hidup ini akan indah hanya karena cinta? Cinta yang berasal dari keraguan batin dan sangat tergesa-gesa? Bukankah kebahagiaan itu sungguh amatlah banyak, bukankah Allah SWT telah menyediakannya dan itu bukan hanya cinta.

Apalah arti cinta tanpa ada maslahat di dalamnya, hanya sebuah awal dari kehancuran dan penyesalan.

Suatu ketika aku pernah berucap “Meski aku tak memiliki cinta, tapi aku memiliki hati. Hatilah yang akan dapat menilai semuanya, bukan cinta”. Cinta yang kumaksud adalah cinta kepada sesama makhluk yang belum mendapat ridhoNya. Kalimat itu tiba-tiba saja muncul di pikiranku.
Intinya, cinta bukanlah apa-apa tanpa didasari ketulusan hati dan keridhoan dari sang pemilik cinta yang sesungguhnya.

Hemh… Ini anak ngapain ngomongin cinta sih? Jawabannya adalah “kebetulan saja akhir-akhir ini banyak orang yang mengatakan cinta, tak sedikit pula yang merasa sakit karena cinta, bahkan ada pula yang tega membagi cintanya tanpa suatu alasan yang jelas”.
Cinta memang rumit jika tidak ada ketulusan, kepercayaan, keadilan, dan restu dariNya juga kedua orang tua.

Baru saja saya bingung, beberapa orang tidak ingin berpacaran tetapi merasakan perasaan itu. Menurutku perasaan itu sama saja artinya dengan yang namanya ‘pacaran’ bedanya sih tanpa ada peresmian apapun. Dari hasil kesaksianku untuk beberapa kejadian, antara pacaran dan tidak pacaran (tetapi memiliki rasa yang sama) justru jauh lebih berbahaya tidak pacaran atau dengan kata lain HTS [hubungan tanpa status]. >:)

Ya sudahlah… Biarkan orang lain yang menjabarkannya sendiri, terlalu global untuk didefinisikan. :-??

Aku hanya ikut tersenyum untuk kebahagiaan orang-orang di sekelilingku.
Aku hanya cukup ikut prihatin dengan keterpurukan mereka.