“Satu persatu datang. Satu persatu pergi. Satu persatu kembali hadir. Teka-teki yang maha dahsyat.”

Sungguh Allah SWT Maha Adil, Dia menciptakan apa-apa yang ada di bumi secara berpasangan. Perempuan dengan laki-laki, siang dengan malam, besar dengan kecil, kaya dengan miskin, dan datang dengan pergi. Semua tercipta agar terdapat keseimbangan di muka bumi, agar semua makhlukNya bisa dengan cermat memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Bicara tentang adil, keseimbangan, dan pasangan. Satu hal yang terkadang jarang disadari, pergi dan datang adalah sebuah pasangan. Keduanya memiliki sifat yang bertentangan namun itulah yang menyebabkan adanya sebuah kata pasangan.

Disadari atau tidak, dua hal itu selalu ada dalam keseharian kita. Dalam satu hari saja, begitu banyak kejadian yang membuktikan bahwa datang dan pergi memang pasangan yang tak bisa dihindari. Pagi akan datang, kemudian pergi tergantikan oleh sang malam, akan terus seperti itu sampai akhir nanti.

Kehadiran juga kepergian dari sang malam dan siang, tak jauh berbeda dengan kehadiran dan kepergian orang.

Kita hidup sebagai makhluk sosial, mengalami pergantian masa dan lingkungan. Dalam kehidupan sosialku, telah aku lewati masa kanak-kanak, masa SD, masa SMP, masa SMA, dan akan segera memasuki masa perkuliahan.

Tak sedikit aku memiliki teman baru, baik itu teman di lingkungan sekolah, di sekolah lain, bahkan sekarang aku memiliki banyak teman baru dari dunia yang maya ini. Semuanya hadir mengisi cerita hidupku, sehingga kanvas hidupku semakin penuh dengan beragam warna. Dari sekian banyak teman, tak sedikit beberapa dari mereka pergi. Baik karena pindah sekolah atau tempat tinggal, lost contact, atau sedikit dari mereka telah berpulang ke Rahmatullah.

Manusiawi saat beberapa diantara mereka telah pergi, kita akan merasa rindu atau mungkin merasa sedih saat mengingat masa-masa indah bersama mereka dulu. ‘Pergi’ memang sudah menjadi bagian dari roda kehidupan, namun saat hal itu dialami, kita sering berharap “andai semuanya tak terjadi dan andai tak ada kepergian”. Sifat manusia memang selalu berandai-andai, mengharapkan hal-hal yang akan selalu membuat tersenyum.

Sadar atau tidak, selain datang dan pergi. Terkadang beberapa orang yang telah pergi, lama tak berjumpa dengan kita akan bertemu kembali di suatu kesempatan yang tidak pernah kita sangka-sangka.

Datang, pergi, hadir kembali. Ketiganya itu adalah sebuah misteri yang maha dahsyat dari Allah SWT. Tugas kita hanyalah menjalani alur hidup ini dengan penuh keyakinan tanpa harus mengeluh.

Pasangan-pasangan dalam kehidupan yang memiliki sifat bertentangan itu adalah sebuah variasi hidup yang memiliki banyak makna. Bayangkan jika hidup ini tidak terdapat pasangan dan sifat pertentangan, semua akan terasa hambar dan mungkin akan banyak orang yang kehilangan semangat yang memotivasi hidupnya.

Tak usah kau pikirkan tentang semua, cukup jalani hidup ini dan yakini dalam hati “semua ini Allah SWT ciptakan agar kita berfikir dan berusaha menjadi jauh lebih baik untuk menuju maslahatNya”.