Wahai kau saudara seimanku. Maafkanlah diriku yang sempat membuat luka dalam hatimu. Maafkanlah diriku yang telah membuatmu bersedih. Maafkanlah diriku yang tega merusak kebahagianmu. Maafkanlah diriku yang bodoh, telah melibatkanmu dalam masa laluku. Maafkanlah semua salah dan hilafku.

Wahai kau saudara seimanku. Izinkanlah aku untuk mendapatkan maaf darimu. Egoku telah membuat semuanya hancur, emosiku telah menciptakan kepiluan, kebodohanku telah menghadirkan beribu masalah.

Wahau kau saudara seimanku. Cukuplah aku yang mengecap pahit itu, aku hanya seorang masa lalu dan engkau adalah seorang masa depan.

Wahai kau saudara seimanku. Jika perlu, makilah aku! Karena aku, engkau harus mengecap luka itu.

Wahai kau saudara seimanku. Aku telah menjadi orang jahat yang begitu nyata. Maafkanlah aku dan dia. Ikhlaskan semua. Aku tak ingin menyakiti Allah SWT dan Rasulku. Aku ingin kau ikhlas terhadapku, izinkan aku untuk mengecap ketenangan dan menjaga perasaanmu. Aku tak mau Rasulku bersedih, aku pun tak ingin Allah SWT murka terhadapku.

Wahai kau saudara seimanku. Kutulis ini karena aku tahu, aku telah menjadi orang jahat untuk pertama kalinya. Aku mengharap maaf dan ikhlasmu. Tak pernah aku bermaksud membuatmu bersedih dan terluka karena keliru dan kebodohanku.

Maafkanlah aku wahai kau saudara seimanku.