Kembali kurasakan sepi seperti malam-malam sebelumnya, namun kali ini jauh lebih damai. Hanya ditemani beberapa bintang dan sang dewi malam di atas langit sana. Sungguh indah kuasaNya yang membuat hatiku semakin merasa tentram.
Malam ini kurasakan semakin damai, berbeda dengan malam-malam sebelumnya. 6 malam terakhir, aku selalu dihantui rasa bersalah, dirundung duka, ditemani sesal, dan merasa menjadi orang yang paling terpuruk. Tiap malam air mata tak henti menetes, visual yang telah lalu hadir dalam ingatan. Seolah semuanya itu tengah terjadi dan aku menjadi saksi, semuanya bermain di depan mataku. Di sepertiga malam, selalu kupanjatkan do’a, tak henti aku berkeluh kesah, tak bosan aku mengadu kepadaNya.

Namun malam ini, sungguh aku merasa tenang. Entah karena apa, aku tak tahu. Mungkin karena aku telah berdamai dengan hati dan keadaan, atau mungkin karena aku telah menghadirkan kembali bahagia, atau mungkin karena dua surat yang kutulis untuk dua orang yang aku sakiti dan kusimpan di blog ini. Bersyukur, karena mereka berkenan untuk membaca surat itu.

Alhamdulillah. Engkau masih berkenan menegurku, sehingga aku semakin dekat kepadaMu.
Subhanallah… Sungguh Engkau Maha membolak-balikan hati setiap umatMu.

Biarkanlah kurasakan damai seperti ini di setiap hela nafasku. Aku akan ikhlas dengan semua, karena aku memilikiMu.