c.i.n.t.a

c.i.n.t.a

A: “Apakah kau mencintaiku?”

B: “Ya, aku sangat mencintaimu.”
*Salah satu kebiasaan sepasang anak muda yang berniat menjalin sebuah komitmen yang dinamakan pacaran.

‘Cinta’. 1 kata yang luas maknanya. 1 rasa yang begitu istimewa. 1 fitrah yang begitu luar biasa.
Tapi bicara tentang cinta, apakah semua orang sudah mengetahui apa arti sebenarnya dari kata itu? Sebuah percakapan di atas, yang sudah tidak asing bagi beberapa pasangan anak muda masa kini. Tidak jarang mereka mengumbar kata cinta setiap kali mereka berbincang. Satu pertanyaan dariku, apakah cinta itu harus selalu dibuktikan dengan sebuah komitmen? Jujur aku masih bingung, walau aku sempat terjabak dalam kekeliruan tentang arti cinta yang sesungguhnya.

Orang tuaku sempat bilang, jangan dulu pacaran/menjalin komitmen sebelum benar-benar tahu tentang cinta, lebih baik langsung menikah saat waktunya sudah tepat. Kini aku baru mengerti apa maksud dari kata-kata itu, walau memang orang tuaku tidak melarang anaknya untuk berpacaran. Mereka memberi kebebasan dalam batas normal, mereka mengijinkan anak-anaknya menjalin komitmen dengan lawan jenis asalkan tetap pada jalan yang benar. Tidak melupakan dan tidak melanggar syari’ah.

Aku mulai tahu sejak aku duduk di bangku SMA. Tak sedikit teman-temanku dengan mudah tertarik pada lawan jenis, berkomitmen untuk menjalin hubungan, namun dengan cepat pula semuanya kandas hanya dengan alasan tidak cocoklah dan sebagainya. Aku jadi menarik kesimpulan sendiri, bahwa masa-masa kami ternyata belum tahu benar apa itu arti cinta, apa itu guna dari sebuah komitmen. Rasa suka terlalu cepat untuk mereka artikan dan simpulkan sebagai rasa sayang dan cinta. Mereka pada dasarnya ingin memiliki satu sama lain, namun tanpa mempertimbangkan semuanya, juga tanpa tahu dasar dan arti sesungguhnya. Rasa ingin memiliki itu hadir karena ego mereka masih labil, aku berkata seperti ini karena aku sempat mengalaminya.

Kembali berbicara tentang cinta. Cinta itu cakupannya luas, peduli terhadap lingkungan, sayang kepada keluarga, perhatian kepada teman, semua itu didasarkan karena cinta. Seorang ibu dengan sabar menjaga, mendidik, dan membesarkan anaknya. Itu beliau lakukan karena cintanya yang begitu tulus. Apakah beliau harus mendeklarasikan bahwa mereka resmi menjadi ibu dan anak? Tidak, pada dasarnya cinta itu alami. Ada tanpa ada yang menghadirkannya. Cinta itu anugrah dari Allah SWT, pemilik cinta yang sesungguhnya.

Cinta yang sesungguhnya akan ada saat ego bisa dihilangkan. Tak akan ada yang namanya tuntutan, paksaan, pertengkaran, semuanya itu akan terkalahkan oleh yang namanya cinta dan ketulusan. Karena cinta menurut hematku adalah, sebuah rasa yang hadir secara alami yang akan menjadikan setiap laku menjadi indah tanpa cela, yang akan menerima segala perbedaan menjadi sebuah hiasan indah tanpa salah, yang akan menghadirkan suasana nyaman tanpa ketakutan, yang akan memberikan pelajaran nyata tentang ketulusan, yang akan semakin mendekatkan kita kepada sang pemilik cinta (Tuhan semesta alam).

Carilah cinta dalam setiap perjalanan hidup, cinta ada di setiap makhluk ciptaannya. Cinta bukanlah sebuah rasa yang hanya ada diantara dua remaja yang katanya sedang jatuh cinta. Cinta selalu ada dalam hati kita. Jemputlah cinta itu dengan do’a-do’a kita kepada Allah SWT.

Untuk para remaja yang katanya sedang jatuh cinta, jangan pernah mengumbar kata cinta kepada lawan jenis tanpa kau mengerti arti cinta. Jangan pernah menyimpulkan sebuah rasa ‘suka’ sebagai perasaan cinta dan sayang. Lebih baik kau peduli dengan sekitarmu daripada kau sibuk memikirkan siapa lagi yang akan kau jadikan kekasih dan yang akan kau berikan ucapan cinta. Cinta itu ada dalam hatimu, sekarang saatnya kau menjemput cinta itu dengan do’a tulus ikhlasmu. Dan kau akan mendapat jawabannya saat waktu itu telah tiba.

~Jangan pernah bicara cinta padahal itu hanya sekedar suka. Jangan pernah mengikat sebuah komitmen padahal kau belum tahu arti cinta dan tidak siap dengan segala konsekwensi. Saat Allah SWT telah menjawab do’a-do’amu dan mengizinkan waktu untuk membiarkanmu bertemu dengan yang kau cintai, cintailah ia dengan tulus dan hanya karenaNya. Jadikanlah ia sebagai imammu untuk mendapatkan syurgaNya (untuk para wanita). Jadikanlah ia sebagai pengikutmu untuk mengantarkan kalian pada pintu syurgaNya (untuk para lelaki. Cinta itu indah, tidak akan membuatmu tersiksa jika kau mengetahui arti cinta yang sesungguhnya.~

.: Bagi kalian yang sebaya denganku, cukuplah Allah SWT, Rasul, dan keluarga yang ada di hati kita. Biarkanlah 1 sudut dalam hatimu kosong untuk seseorang yang kelak akan menjadi jawaban dari semua do’amu. :.