</3

<!--3"

Tentang cinta yang pernah dialami semua orang, hal yang telah lumrah untuk semua kalangan. Cinta itu luas, saat ini aku akan menceritakan sebuah cinta antara dua orang anak adam.

Ketika itu cinta datang saat aku tengah bermaksud untuk tidak menjalin komitmen dengan siapapun. Namun nampaknya Allah berkata lain, dia menjawab semua do’a-do’aku. Dia mengutus seseorang untuk membimbingku lebih mengenal dan dekat kepadaNya. Karena hal yang 1 itu aku merubah maksudku dan mencoba mengenal dia lebih jauh lagi, aku mencari tahu semua tentang dia, mencoba menjadi yang terbaik, dan mengikuti semua nasehatnya tanpa dia ketahui. Dia bagaikan seorang makhluk yang begitu sempurna yang Allah kirimkan untuk aku. Dia hadir disaat aku membutuhkannya. Seiring berjalannya waktu, Allah memberikanku sebuah rasa istimewa di dalam hatiku untuk pertama kalinya. Entah itu cinta atau apa, aku begitu nyaman dengan rasa itu. Aku menjalani semuanya hanya karenaNya, karena Dia yang memberikan semua itu kepadaku.

Waktu berlalu, semuanya pergi. Dia pergi untuk sesuatu alasan yang begitu mulia di mataku. Saat itu aku sakit, egoisku hadir, rasa ingin memiliki menyelimuti jiwa. Perlahan aku sadar, aku harus ikhlas karena mungkin tugas dia untuk membimbingku sudah cukup. Untuk yang pertama kalinya, rasa itu tetap bertahan cukup lama setelah dia pergi dari tugasnya. Sekian lama aku mengukir cerita indah dalam benakku tanpa ada yang tahu. Hingga suatu waktu, aku tahu semuanya. Firasataku kembali berbicara dan menunjukkan semua tentang yang tak aku ketahui.

Kini semua rasa yang aku simpan, aku kembalikan kepada Allah. Dia yang memiliki segalanya, aku pun belajar ikhlas. Mungkin selama ini aku sudah terlalu egois, memaksakan hati untuk tetap menyimpan semuanya. Allah akan selalu mengabulkan semua kebutuhanku, saat ini dia mungkin bukan yang aku butuhkan. Ada orang lain yang membutuhkan dia. Aku ikhlas, aku memiliki keluarga, teman, sahabat, dan guru-guru yang selalu bersamaku.

Teringat dengan kata-kata di film Ayat-ayat Cinta, kalau tidak salah seperti ini. “”sekarang aku baru ngerti.antara cinta dan keinginan untuk memiliki tidak sama”.

Saat ini, cahaya yang aku simpan untuknya akan aku kembalikan kepada Allah SWT. Semua hanya milikNya. Saatnya aku berdiri sendiri, mengingat semua nasehat dia.