UN kali ini adalah pengalaman kedua saya setelah UN SMP. Sebenarnya SD juga sudah saya alami tapi SD rasanya beda dengan SMP dan SMA. Saya merasakan UN kali ini berat, karena ada beberapa mata pelajaran yang soalnya cukup unik. Unik disini bukan wah karena bagus, justru bagi saya itu mengecoh semua siswa. Menurut guru saya, jika pilihan jawaban banyak yang mirip dan setelah dianalisa dengan pertanyaannya tetap menghadirkan paling seidkit 2 pilihan yang hampir sama itu berarti kualitas soal kurang baik. Dan itu saya rasakan di soal Bahasa Indonesia dan Antropologi, kedua mata pelajaran itu tepat di hari pertama UN. Hari itu merupakan hari yang paling berat, karena selain membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi kita pun harus menganalisa dengan sangat hati-hati. Tapi untunglah saya bisa mengatasinya.  Beda halnya dengan US, cukup lancar meski membingungkan.

Nilai UN saya kali ini cukup merata, Alhamdulillah saya tidak menemukan angka 6 di laporan yang saya terima. Nilai terkecil adalah di mata pelajaran yang tadi saya bilang soalnya cukup unik. Nilai terendah itu sama di mata pelajaran hari pertama.🙂 Meski rata-rata UN saya tidak istimewa saya tetap bersyukur karena yang didapat mendekati target, walau harus kehilangan 0.08 dari target minimum. Menurut hasil pengurutan amatir kami, saya berada di #4 untuk UN dan US berada di #1 (urutan itu dilihat dari data kelas).

Inilah nilai-nilai yang saya dapat:

SKHUN sementara
SKHUN sementara

Alhamdulillah… mungkin ini adalah bukti dari kemampuan dan usaha saya.🙂