Masa SMA

Tiga tahun sudah aku duduk di bangku SMA N 15 Bandung. Tersimpan begitu banyak kenangan disana, pengalaman, juga cerita. Kini tak lama lagi putih-abu itu akan aku tanggalkan, karena sudah saatnya aku beralih ke bangku kuliah. Insya Allah…🙂

UN di tanggal 22 Maret 2010 telah dilaksanakan oleh semua siswa kelas 3 SMA se-Indonesia, tak banyak kendala yang berarti namun hanya sedikit ketegangan dan kekeliruan seorang manusia yang tak pernah bisa hilang dari zaman dulu (lupa). Tapi aku yakin, semuanya hanyalah bumbu yang akan mengantarkan kami ke depan gerbang keberhasilan. Hari pertama UN adalah Bahasa Indonesia dan Antopologi, disanalah ketegangan mulai hadir. Hari kedua adalah Bahasa Inggris, hari yang sangat membehagiakan bagi diriku. Walau harus merasakan demam di sore harinya. Hari ketiga menghadapi Matematika dengan kondisi badan yang sangat tidak mendukung, namun demi berjalannya UN aku mengabaikannya dan tetap menjaga semangat agar tidak luntur. Hari keempat adalah pelajaran Sastra Indonesia, sedikit membuat aku lelah dengan teks yang begitu panjang. Dan hari terakhir adalah Bahasa Jerman, hari penghabisan dengan kondisi yang semakin turun tapi alhamdulillah aku bisa mengatasinya sampai akhir.

UN selesai, namun praktek dan US menanti. Sabtu tanggal 27 Maret 2010 praktek olahraga pun dimulai, tapi sayangnya aku malah tak bisa ikut dan sakit tambah parah. Alhasil selama ujian praktek, aku diam di rumah dengan diagnosa awal DB. Namun ternyata terkena sakit tipes. Seminggu tanpa hadir ke Sekolah, selama istirahat di rumah yang aku ingat adalah “US sebentar lagi, dan aku malah sakit gimana cara belajarnya?”. Aneh memang berdiam terus di rumah, tapi demi kesehatanku tak apa.😀

Danndi tanggal 05 April 2010 US dimulai, aku pun merasa sudah agak baikan dan mengikuti serangkaian US yang menyimpan begitu banyak cerita lucu. US menghasilkan istilah baru di kelas kami, “sendal” adalah kata kunci kelas kami.😀

Di tengah US, aku mendapat kabar buruk. Tanggal 07 April hasil PMDK UPI keluar, dan aku tidak lolos. Hixs😦 Tapi aku sadar, itu semua bukan rezekiku.

Namun kegagalan itu tak menghalangiku, aku tetap semangat berkat semua orang yang ada di sekelilingku. Dan aku pun bisa menyelesaikan semua ujian praktek yang aku tinggalkan, meski harus merasakan sakit babak kedua. Dan saat aku menulis ini aku baru saja sembuh dari sakit ke duaku. Allah menegurku agar jangan terlalu capek dan harus belajar ikhlas juga sabar.🙂

Sekarang aku akan berjuang di UM UPI dengan mengambil PGSD, aku yakin ini pilihan terbaikku. Bismillah…