Kado untuk Mamah dan Ade

Kado untuk Mamah dan Ade

Ulang tahun bisa dikatakan sebagai hari yang istimewa, karena saat hari ulang tahun tiba kita bisa mentafakuri setiap detik yang telah dihabiskan. Memang sudah seharusnya dilakukan setiap hari, tapi saat ulang tahun tiba semuanya terasa berbeda dan terasa sekali kekhusyuannya. Selain itu kita juga bisa mendapatkan do’a dari orang-orang yang mengucapkan selamat ulang tahun dan memberi do’anya. Subhanallah….

Tanggal lahir yang sama, jarang sekali saya temui. Tapi hal itu terjadi di keluarga saya, Mamah dan Ade memiliki tanggal lahir yang sama tentunya tahun lahirnya pasti berbeda.😉

Tanggal 11 Oktober adalah hari lahir Mamah dan Ade. Kakak saya bilang itu penutupan, soalnya Adeku bungsu. Terhitung jarang sekali saya dan Kakak memberi kado kepada Mamah dan Ade, tapi alhamdulillah di tahun ini kita sempat memberi kado kepada Mamah dan Ade. Memang kadonya tidak mahal, tidak antik, apalagi jauh dari kata istimewa. Tapi di balik kado itu ada sebuah rasa cinta dan sayang yang tersemat dari saya dan Kakak.

Sehari sebelum Mamah ulang tahun, beliau datang ke Bandung untuk menghadiri pernikahan anak Kepala Sekolahnya. Sedih sekali Mamah tidak sempat ke rumah, beliau mengajak saya supaya datang ke rumah makan dimana beliau dan rekan-rekannya makan sore. Tapi sayangnya saya sedang ada urusan lain di rumah dan saya juga malu untuk bertemu dengan rekan-rekannya yang kebetulan saya kenal. Tapi ada alasan lain yang membuat saya tidak memenuhi ajakan Mamah, karena saat saya datang waktu Mamah untuk pulang ke Tasik pun akan hadir yang ada nanti saya nangis minta ikut kayak anak kecil. hehehe😀

Tapi alhamdulillah rindu itu dapat terobati sedikit saat mendengar suara beliau melalui telepon.

Beberapa saat menjelang pukul 24.00 Mamah menelpon kembali karena kata Papa saya akan menelpon. Saya hanya senyum-senyum saat Mamah bertanya ada apa dan saya mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan Ade. Akhirnya saya pun bicara dengan Ade.

“Ada apa Teh?” Ade langsung bertanya seperti itu. Sambil tertawa saya menyuruh dia untuk mencari tas Papa dan membawanya ke ruang tengah, “emang ada apa di tas Papa?” nampaknya si kecil semakin penasaran. “Sok aja tebak sendiri ada apa” ujar saya sambil terus tertawa, “ah pasti inimah hadiah ya?” spontan sekali dia bicara seperti itu. Tapi saya terus membuat dia penasaran “hadiah apa ari Ade? Sok aja lihat sendiri” saya hanya terus saja tertawa sambil menunggu dia beres membuka tas Papa. “Tuh kan hadiah” seru dia dengan nada sangat bahagia, “Mah ada hadiah!” terdengar suara dia yang mulai memberat terdengar di balik telpon. “Yang cokelat buat Mamah, kamu yang ijonya. Mamahnya mana De? Panggilin donk!”. Akhirnya suara lembut Mamah terdengar kembali, tak henti Mamah mengucapkan terima kasih dan beliau sangat terkejut dengan kado yang saya dan kakak kasih karena tidak seperti biasanya saya dan kakak memberikan kado kepada Mamah dan Ade.

Sungguh bahagia sekali saya malam itu, karena tawa Mamah dan Ade nampak bahagia sekali. Tak henti kata ‘terima kasih’ terucap dari Mamah dan Ade, apalagi Ade yang nampak suka sekali dengan kaos dan tempat minumnya. Dan Mamah yang tak henti mengomentari kotak ungu yang lucu.

Alhamdulillah malam itu kebahagiaan hadir di tengah-tengah keluarga saya, meski jarak tengah menghalangi kami, tapi kami sungguh bahagia. Ada arti khusus di malam itu.

Hadiah yang saya berikan tak seistimewa do’a dan kasih sayang yang ada. Memang bukan barang yang mahal dan bukan barang yang istimewa yang saya berikan, tapi ada makan yang tersembunyi dibalik barang itu.

Selamat ulang tahun ke 48 untuk Mamahku tercinta, semoga panjang umur, sehat selalu dan selalu diberkahi setiap langkah mulianya oleh Allah SWT.

Selamat ulang tahun ke 12 untuk Adeku tersayang, semoga panjang umur, sehat selalu dan semakin rajin juga semoga semua cita-citanya bisa tercapai.

Amin…

Semoga kebahagiaan selalu menyertai kaluarga kami. Amin…

Love U all :-*