Saat akan pulang ke Bandung

Saat akan pulang ke Bandung

Libur panjang kami temui kembali, setelah sebelulmnya kami libur juga 1 minggu dan selang 1 minggu libur lagi. bingung kan? Sekarang adalah libur panjang yang kedua kalinya. Libur pertama cuma liburan sendiri tanpa teman, tapi libur panjang yang kedua ini dijalani dengan teman-teman kelas XI Bahasa. Rame banget walau ada 3 orang yang tidak ikut.

 

Berbagai kendala hadir pada rencana liburan kelas ini, tak usah dipublish kendalanya ya terlalu ribet.

Akhirnya hari minggu tiba, anak-anak perempuan menginap di rumah aku dan anak-anak lelaki di rumah abang. Kebetulan kami rumahnya di Sukajadi dan keberangkatan akan dimulai dari sukajadi pagi-pagi. Jadi mau gak mau harus menginap di rumah kami. Berbagai cerita lucu sudah terukir manis pada hari minggu sore dan malamnya. Senin pagi kami mulai bergegas dengan dimulai ngantri untuk mandi, dasar cewe lama banget mandinya. Rencana berangkat jam 06.00 jadinya ngaret banget. Tapi dalam perjalanan cukp hangat dan rame, ada kebersamaan yang paling utuh di dalam mobil itu. Rasa cape, ngantuk, sempit, juga pegel ada semua. Selalu saja terlontar pertanyaan “Teh masih jauh?” aku menjawab “bentar lagi, sabar aja” selalu begitu dan berulang entah berapa kali. Mungkin karena pertama kalinya bagi mereka pergi ke Tasik khususnya ke rumahku.

Setelah pertanyaan-pertanyaan itu terlontar berulang kali, akhirnya sampailah ke rumahku. Semuanya nampak ceria dan bahagia, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang kini sampailah pada sebuah kebahagiaan dan kenyamanan. Alhamdulillah…

Hari pertama walau dalam keadaan capek, kita rapat kecil menentukan sebuah rencana. Akhirnya dipilihlah sore itu untuk pergi ke sungai, karena sayang jika sore itu hanya digunakan untuk tidur dan istirahat saja. Pergilah kami ke sungai yang bernama “ci merah”, sungai itu cukup dekat dengan rumahku hanya memerlukan waktu 5 menit. Betapa terpukaunya mereka ketika melihat air yang begitu jernih lebay. Mulai turun untuk foto-foto dan beberapa anak lelaki mandi di sungai. Sangat lucu dan menyenangkan, sayangnya cuaca mulai mendung dan meneteskan titik-titik air dan pulanglah kami ke rumah. Kepulangan kami ke rumah telah disambut oleh kelapa muda yang nampaknya dapat membuat segar dan membuang dahaga.

Malam pun datang, beberapa anak perempuan ikut denganku ke rumah saudara sambil jalan-jalan. Subhanallah,,, begitu banyak bintang di atas langit sana. Tak lelah aku memandang keindahan langit yang dihiasi bintang-bintang, tak henti aku memuji-Nya dan mengingat akan seseorang yang aku anggap bintang tapi bukan bintang di langit. Anak-anak nampaknya tengah asyik bermain kartu UNO dan ngobrol di  teras rumah, beberapa juga sudah mulai terlelap. Akhirnya aku lebih memilih masuk kamar mamah untuk berbincang dan melepas rindu. Sungguh sangat nyaman ketika aku mengutarakan semua cerita dan isi hati yang sempat aku sembunyikan padanya, ternyata respon baik dia berikan padaku. I love you Mom.

Tepat pukul 23.00 kami semua bangun dan pergi ke teras untuk renungan malam, lumayan rada asyik berdiam diri di luar dengan sinar lilin dan kelip bintang. Walau hanya beberapa saat karena sesuatu yang tidak diinginkan membuat kita memilih masuk ke dalam dan dilanjutkan ngumpul di kamar perempuan. Disana ada sebuah ikatan batin yang terjalin dengan sangat kuat, semua isi hati tercurah pada saat itu. Tapi sayangnya waktu telah memutuskan kebersamaan yang teramat sangat itu, bubarlah kami. Pukul 2 pagi masak? Ya ampun… Tapi biarlah mungkin lapar, aku memilih untuk berbincang dengan teman-teman di ruang tamu. Rasa kantuk pun tak dapat dihindari, pergilah kami untuk tidur.

Pagi pun tiba, entah karena cape atau apa hampir semua anak bangun kesiangan. Pukul 05 lebih aku baru terbangun, sungguh kacau. Pagi yang sangat segar dan menyenangkan, diawali dengan sarapan roti dan lain sebagainya. Kemudian dilanjutkan dengan acara memancing ikan, ikannya gede-gede banget loh… Sampai ada kejadian yang sangat lucu, acara loncat indah. suttt..rahasia keluarga.

Menunggu mamah yang sedang memasak dengan temannya, kami asyik berkumpul di kamar perempuan dengan beberapa anak yang asyik memancing di luar. Akhirnya acara makan dan bakar ikan pun tiba, bertempat di sawah dan dekat sungai. Sungguh sangat menyenangkan, pemandangan yang cukup langka dan sangat indah karena kealamiannya. Menunggu ikan bakar yang matang, kami anak perempuan pergi ke sungai untuk main air. Makan-makan pun tiba, sungguh nikmat di tengah suasana seperti itu dan penuh kehangatan. Saat mereka beres dan pergi ke sungai, aku masih tetap berdiam untuk meneruskan makan ikan bersama Mevy😉 Abis ikannya enak, setiap ada yang mateng kita langsung mengambilnya kemudian memakannya berdua dengan ditemani air kelapa muda, alhamdulillah…

Sesi main air pun tiba, niat cuma main air dan luluran pake pasir dasar anak-anak eh malah pada main siram. Alhasil bajuku basah, kepaksalah kami akhirnya mandi di sungai. Kedinginan, pulanglah kita ke rumah untuk mandi dan membersihkan badan yang penuh pasir tadi. Ngantri, akhirnya aku dan 3 orang temanku memutuskan untuk ikut mandi ke rumah temannya mamah. Hehehe…mandi aja numpang #-o

Hujan pun turun setelah kita beres mandi, istirahat adalah waktu yang tepat. Tidur pun aku pilih, belum beres tidur aku dibangunkan karena mereka ingin pergi berbelanja oleh-oleh. Ya dengan mata merah dan rasa kantuk yang teramat sangat, aku pun ganti pakaian dan pergi bersama beberapa orang ke tasik kota. Niat mau mencari oleh-oleh, kita malah lebih tertarik masuk ke sebuah mall dan membeli ice cream. parah banget kami

Malam sudah mulai datang, pulang lah kami ke rumah. Berhubung kami belum makan malam, mi instant pun jadi pilihan kami. Rame lumayan masak mi sebanyak itu dan makan bersama. Acara malam itu diakhiri dengan acara ngobrol bersama mamah. Sungguh rasa kantuk tak dapat terkalahkan, akhirnya tidurlah kami karena subuh kami sudah harus pulang ke bandung.

Pagi-pagi sekali aku dibangunkan mamah, ternyata anak-anak sudah mengantri untuk mandi. Tapi berhubung cuma aku yang menunggu di dapur, dapatlah giliran aku. nerobos ih Masih ngantuk dan dingin, tapi itu resiko. Sarapan dengan sepiring bubur, dan bersiap-siap untuk berangkat. Diakhiri dengan foto-foto, karena waktu untuk pulang ke bandung pun tiba. Masih pengen terus ada disana, tapi mau gimana lagi?

Semoga kebersamaan ini tak akan pernah terputus sampai kapanpun dan bagaimanapun caranya. Karena kami adalah satu dan kami adalah keluarga.