Sabtu, tanggal 21 Maret 2009 adalah hari yang cukup melelahkan. Seperti biasa, tidak pernah ada di rumah setiap hari sabtu padahal sekolah libur eits jangan berpikiran negatif dulu. 

DKM Al Ikhwan SMAN 15 Bandung mengadakan salah satu acara yang sudah tertera dalam program kerjanya yaitu “Memeperingati Maulid Nabi Muhammad SAW” dengan acara Rihlah. Apa itu Rihlah? Tadabur alam, kita mengadakan acara semacam jalan-jalan gitu ke sebuah tempat alam terbuka. Kita awalanya mau ke SAB tapi tidak jadi karena ada sesuatu kendala, akhirnya kita pergi ke LK Camp di Parongpong.

Awal bangun, merasakan sesuatu yang amat sangat mengganjal dalam hati entah apa itu dan tidak tahu mengapa dengan diriku. Sempat terbesit pikiran untuk tidak jadi ikut, tapi aku sudah janji bisa ikut tidak mungkin membatalkannya begitu saja. Akhirnya dengan mengucap basmallah dan yakin bahwa tidak akan ada apa-apa aku bersiap-siap dan menjawab pertanyaan Ghoida di sms “Ya asri ikut“. Baru saja mau sarapan, salah satu dari anggota DKM sms dan menyuruh aku supaya datang lebih awal. Akhirnya aku tiba di Sekolah (ke kostan Wiwik) sekitar pukul 07.00 WIB. Akhirnya kita kumpul di Sekolah, tepatnya di kantin Sekolah. Sunggu kebiasaan dan kegiatan yang aku benci yaitu menunggu, tapi mencoba bersabar sambil mencari kepastian dari bapak kepala suku (P.Chandra)🙂

Akhirnya semuanya kumpul dan kami berangkat dengan jadwal yang super duper ngaret. Ternyata yang membawa motor gak pada tahu tempat, ya ampun lucunya mereka🙂 Mereka mengikuti angkot yang kami naiki, dan berhenti menunggu angkot kami saat mereka berjalan duluan. Selama dalam perjalanan aku smsan dengan kepsuk yang tidak tahu tempat, lucu sangat tapi sempat ada sesuatu yang membuat aku bete dan kesel pada saat itu. Emang bawaannya lagi bete dan gak enak hati selama rihlah aku super mahiwal tidak seperti biasanya.

Tapi dalam perjalanan rihlah, aku sempat melupakan sejenak kejadian dan perasaan aku yang sungguh tak karuan pada saat itu. Semuanya terlarut dalam kegiatan out-bond, dan mentoring. Hingga waktu untuk shalat pun tiba, sungguh keadaan yang amat sangat menyejukan hati shalat di alam terbuka dalam keadaan gerimis. Akhirnya makan siang telah tiba, di sebuah saung kita makan siang dan ngobrol-ngobrol. Akhirnya pulanglah kita dengan naik angkot kembali dan diikuti oleh kepsuk dan Kang Ramdan. Yang sedikit membuat kita kaget (yang ada dalam angkot) karena Kang Ramdan tidak terlihat lagi di belakang kita, kirain ilang🙂 ternyata pulang duluan katanya.

Akhirnya sampailah di Sarijadi, aku turun duluan dan naik angkot menuju rumahku yang ada di sukajadi. Di Gerlong sampai Sukajadi hujan gede banget, udah gitu jalanan Sukajadi banjir. Alhasil sampai rumah basah kuyup, udah lagi flu keujanan tambahlah sudah flu yang menyerang diriku.

Sendiri, ujan, demam, pusing, dan ditambah lagi sebuah firasat yang benar-benar aku gak ngerti datang dari mana. Sampai-sampai aku membuat beberapa orang sedih bahkan sakit hati, beruntunglah ada orang yang berbaik hati yang mau mendengarkan cerita aku dan memberikan saran juga nasehat. Makasih🙂

Sungguh heran, aneh, ngerasa bersalah, dan takut pada saat malam tiba. Yang aku harapakan di hari minggu ini adalah, ingin memperbaiki diriku dari hari kemarin yang sudah egois dan menyakiti hati orang lain. Hanya maaf dan teima kasih yang bisa aku ucapkan untuk mereka. Hari ini harus jauh lebih baik dari kemarin🙂