Kalau ditanya apa hobi atau hal yang akau sukai, dari sekian banyak kesukaanku aku akan menjawab salah satunya adalah bintang.

Mengapa demikian?

Sejak aku duduk di kelas X SMA, aku mulai menyukai bintang. Hal itu berawal dari kebiasaan aku yang selalu pulang ba’da magrib dan sampai di rumah sekitar pukul 19.00 WIB dimana bintang-bintang tengah bermunculan di atas langit yang gelap.

Di atas langit gelap terhampar begitu banyak bintang yang memberikan cahaya juga keindahan pada setiap insan yang tengah memandangnya dan pada sang langit yang tengah gelap pada saat itu. Dari sana aku mulai senang melihat bahkan memandangnya untuk waktu yang cukup lama. Di balik itu tersimpan begitu banyak arti dan makna yang tak semua orang dapat menemukannya.

Aku merasa bintang itu tidak hanya sekedar hadir pada malam hari, dia hadir dengan maksud untuk memberikan sebuah sinar putihnya yang membuat suatu keindahan di tengah gelapnya malam. Dan sebuah kesetiaan pada langit.

Terkadang bintang tak pernah muncul, dan saat itu tak ada keindahan juga cahaya yang nampak di atas sana. Hal itu pertanda kalau langit merasa kesepian tanpa kehadiran bintang yang selalu membuatnya bersinar dan indah pada malam hari.

Begitupun aku akan merasa kesepian jika bintang-bintang di atas sana tertutupi oleh awan mendung yang mengakibatkan bintang enggan untuk mucul. Bintang itu bukan berarti tidak setia pada langit, dia tetap hadir tapi tak bisa menampakkan dirinya karena tebalnya awan gelap di atas sana.

Aku ingin menjadi langit yang selalu ditemani oleh bintang yang begitu indah dan selalu bercahaya. Aku selalu mencari bintang yang paling bersinar diantara beribu bintang yang tengah terhampar pada saat itu.

Tapi aku ingin bintangku tak hanya akan bersinar pada satu waktu, tapi di setiap waktu. Dimanapun aku berada, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun aku ingin dia selalu ada menemaniku dalam setiap hela napas dan derai air mataku. Air mata kebahagiaan yang tengah aku rasakan saat bintangku ada di dekatku dalam hatiku yang gelap. Bintang itu akan menyinari hatiku ini dengan cahaya dan kasih sayangnya.

Tapi kini bintang-bintang itu tak pernah muncul lagi di atas sana. Kemanakah bintang yang paling bersinar itu pergi? Akankah dia datang lagi? 

Aku hanya dapat melihat bintang mainan yang aku punya.