Tanggal 7 Februari 2009, hari sabtu adalah hari libur sekolah seperti biasa. Pada Sabtu pagi telah terjadi hal yang lucu di rumah, aku baru tahu kalau papa baru tahu aku libur di hari sabtu. Biasanya pagi seklai aku sudah siap-siap, tapi waktu itu jam 05.30 aku masih bermalas-malasan dan papa langsung nanya “Asri, gak ke sekolah?” dan aku pun menjawab “Kan sabtu libur Pa.”

Aku baru sadar semenjak libur hari sabtu (Semester2) aku selalu ke sekolah hari sabtu dengan memakai seragam dan pagi sekali, karena awal-awal libur di hari sabtu kebetulan kan aku ada acara GEMURUH VI jadi mau gak mau harus ke sekolah dimulai dari techmeet, lomba, persiapan, dan lain-lain. Dan Sabtu kemarin aku sakit dan gak sekolah, baru sabtu ini aku terlihat santai di rumah dan orang tuaku baru tahu kalau aku libur di hari sabtu.

Kebetulan hari itu ekskul gak ada acara dan kita bikin acara bersama anak-anak kelas XI Bahasa. Agenda utama kami waktu itu adalah latihan, setelah membicarakan renacana latihan waktu hari jum’at suara terbanyak adalah latihannya di CIC. Awalnya mau di sekolah, tapi sedang diapakai Try Out oleh kelas XII. Mau di rumah temen yang deket sekolah, sedang pulang ke rumah aslinya karena dia disini ngekost.

Dan akhirnya CIC lah yang menjadi keputusan bersama. Alhamdulillah banyak yang mau ikut ketika kami tanya.

Kita janjian di sekolah pukul 10.30 untuk dijemut oleh adhe alias Rahmati untuk pergi ke CIC, aku disms oleh anak-anak untuk cepat datang ke sekolah. Aku kira udah pada ngumpul semua, di sepanjang jalan aku ngerasa gak tenang dan gak enak untung saja angkotnya gak pake acara ngetem segala. Ketika nyampe di deket sekolah, ternyata anak-anak belum ngumpul semua dan yang jemput pun belum datang. Rasa bersalah pun menjadi hilang karena anak-anak yang lain pun belum datang.

Banyak sekali yang pada gak jadi ikut, yang ikut waktu itu adalah:

  1. Asri (aku sendiri)
  2. Dea L
  3. Muliani/ Ghoida
  4. Nurul P
  5. Nur
  6. Budi
  7. Jhon
  8. Ryan
  9. Rahmati (yang jemput)
  10. Mevysa
  11. Rizal
  12. Reni
  13. Kang Bayu (Kakak alumni kami)

Sayang sekali yang lainnya gak bisa ikut, Mba Erlin katanya gak diizinin, Abank katanya audisi (biasalah), Kak Han gak dateng-dateng udah ditungguin teh, Daus pulang ke depok. Alhasil cuma 12 oranglah yang ikut.

Kami tiba di CIC dengan udara yang sangat sejuk berbeda sekali dengan bandung, dan dengan kejadian lucu waktu di istana bunga (gak usah dibahas kejadian lucunyamah), he…

Tidak menunggu lama setelah disuguhi jus stawbery kita langsung menuju tempat latihan, kita reading dulu dibimbing oleh Kang Bayu kakak kita (alumni), kemudian setelah beres reading kita langsung latihan sambil praktek.

Gak lama kemudian hujan turun dengan perlahan, gerimis itu datang kemali menemaniku kala itu. Sungguh indah dengan pemandangan yang alami dan kabut putih yang menutupi pemandangan sekitar sana. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya masuk kedalam sin 3 akupun mulai main sebagai seorang Siti yang menjadi pacarnya Jaka. 

Banyak kejadian lucu pada saat latihan, apalagi aku melakukan hal yang amat sangat bodoh. Saat dialog, aku bukan menyebut diriku sebagai “Siti” tetapi “Asri” dan itu ketika Siti hendak memutuskan Jaka. Astagfirullah… saat itu alu langsung duduk dan malu sama anak-anak yang bilang “wah urusan pribadi jangan dibawa-bawa”

Lucu dan malu banget, tapi akhirnya adegan-adegan berikutnya lumayan lancar walaupun masih lupa dengan dialog yang baru diterapkan saat itu. Saat yang paling susah itu saat Siti harus menangisi Jaka yang meninggal, tapi akhirnya bisa nangis juga. Tapi yang bikin nyebelin lagi dapet nangis malah diberentiin dan harus nangis ulang. Sebel! 

Gak tahu kenapa aku ngerasa nyaman saat berada disana dan bersama teman-teman, yang paling membuat indah saat itu adalah datangnya gerimis dan kabut putih yang sangat indah. Dan ketika bersujud di hadapan-Nya dengan mushala yang terbuak dan angin segar pun masuk menyapa kulit dan kain mukena yang tengah aku kenakan. Subhanallah… sungguh indahnya lam ciptaan-Nya itu, sungguh sejuk dan menenangkan hati setiap insan yang tengah menikmati alam skitar saat itu.

Setelah shalat ashar dan beres latihan, tiba acara makan-makan. Makannya pun sungguh nikmat dan tradisional sekali “lotek” sudah lama sekali aku tidak memakan makanan seperti itu di bandung. Walaupun gak abis, tapi abis juga dibantuin Jhon. Makasih ya udah bantu asri makan. He…

Berhubung udah sore, kami pun pulang dianter sampai ledeng dan naik angkot lagi deh ke rumah. Ya, berpencar anak-anaknya…

Banyak banget kejadian lucu sebenarnya pada waktu itu, tapi gak ah kasian entar pada malu. Yang bikin asri seneng adalah udara dinginnya yang serasa di kutub dan gerimis yang kembali menemaniku karena aku sangat cinta gerimis. Semuanya kedinginan tapi tetep seneng dan nyaman. Kapan ya bisa ngumpul lagi?

I LOVE XI BAHASA

We must always together,,,

Thanks for everything….