Pada pertengahan semester 1, di sekolah kami SMAN 15 Bandung ada banyak mahasiswa dan mahasisiwi UPI Bandung yang praktek di sekolah kami. Dan di kelas saya (XI Bahasa) ada 3 guru PPL Matematika yang  mengajar di kelas kami. Kebetulan jumlah siswa di kelas XI Bahasa adalah 16 orang sedangkan gurunya dikasih 3 orang, maka dari itu kami dibagi kedalam 3 kelompok belajar. Dan saya masuk kedalam kelompok yang diajar oleh Ibu Lina, kita cuma ada 5 orang diantaranya aku, Mevy, Syaeful, Firdaus, dan Nurul. 

Saya merasa amat sangat senang dengan cara belajar seperti itu, karena kita belajar seperti main dan tidak tegang sama sekali. Ibu Lina termasuk orang yang baik dan sabar dalam hal mengajarkan matematika di kelompok kami, di sela-sela belajar beliau selalu bercerita tentang cerita-ceruta hikmah kepada kami disaat pelajarn usai. Dan dalam metode belajarnya hampir sama dengan Ibu Lusi guru Matematika kami yang awal, jika ada sebuah soal atau latihan kita selalu dimotifasi untuk bisa cepat mengerjakan soal dengan tepat dan benar. Jika saya menjadi orang tercepat mengerjakan soal tersebut dan jawaban serta jalannya tepat maka saya akan mendapatkan ‘smile’. Smile adalah sebuah gambar emoticons yang berbentuk kupon yang akan dihitung di akhir nanti dan akan mendapat hadiah sesuai dengan jumlah smile tersebut.

Dan pada tanggal 27 Januari 2009 Ibu Lina meberikan kami kado yang berbeda sesuai banyaknya smile yang didapatkan. Kebetulan saya mendapatkan smile sebanyak 19 smile biasa dan 1 smile istimewa, alhamdulillah saya pemilik smile terbanyak di kelompok kami. Akhirnya saya dikasih sebuah kado berwarna pink yang diambil  dari ruang piket.

1…

2…

3….

Saya mendapatkan 2 buah map yang berwarna biru dan pink… Alhamdulillah…

Itu sangat bermanfaat bagi saya yang selalu membawa map ke sekolah dan sebagai tempat file-file penting, ternyata semua anak di kelompok saya juga mendapatkannya tetapi beda jumlah dan ukurannya saja.

Dan tak hanya itu, kami diberi sebuah puisi yang sungguh indah dari beliau:

Langkah kaki terayun pasti bertekad diri

Dentum hati menari membentuk distribusi frekuensi

Wajah beseri berseling mengukir permutasi dan kombinasi

Angan bermimpi bersua menguntai relasi


Tabel silang terangkai jalinan diagram pohon dan pasangan berurutan

Bagaikan kejadian majemuk yang saling bebas atau saling lepas

Mewujudkan aluran perkalian yang mengahantarkan menuju peluang

Memacu hasrat menjelma menjadi akhlak mulia penuh makna


Ruangan itu berisikan datum-datum kuartil atas bermanis manja

Memahat fungsi bijektif melekat terpatri di jiwa

Statistika menghembuskan cita-cita tuk jadi juara

Modus tercinta,,, kelas XI Bahasa SMA Negeri 15 Bandung yang membuat bangga

by: Bu Lina

Subhanallah… puisi yang sungguh indah…terangkai dari istilah-istilah matematika yang menjadi sebuah kumpulan kalimat yang terangkai menjadi puisi yang indah dan penuh makna.

Terima kasih kepada Ibu-ibu guru PPL yang telah membantu kami dalam belajar matematika selama ini, kami akan merindukan kalian wahai guru-guruku. Terutama Ibu Lina yang sudah memberikan banyak masukan dan banguan serta motifasi kepada saya. Saya menemukan sosok seorang kakak dalam dirimu Ibu…

 

Jazakallaahu khairan katsiiran…