Suasana kelas X-1

      •  

        Bismillaahirrahmaanirrahiim......

        Aku masih ingat ketika aku pertama masuk SMA N 15 Bdg, waktu itu tidak ada satu orang pun yang aku kenal karena aku memang pindahan dari Tasikmalaya. Waktu hari pertama MOS aku punya teman namanya Rini dan Yuni. Aku hanya bisa bertemu dengan mereka di hari pertama saja, hari kedua dan seterusnya aku sakit terkena DB. Hampir tiga minggu aku tidak masuk sekolah dan tidak bisa kemana-mana. Waktu itu aku dirawat di Rumah sakit sekitar satu mingguan.
        Aku baru bisa masuk sekolah setelah satu minggu teman-temanku masuk, waktu itu hari pertama masuk aku sangat takut. Tidak ada satu orang pun yang aku kenal, pada saat itu aku berfikir mungkin aku akan terasingkan. Tapi ternyata tidak, aku bertemu dengan Villa awalnya aku bertanya dimana letak kelas X-1 dan dia langsung memastikan kalau aku ini Asri yang belum masuk juga dari hari pertama masuk sekolah. Akhirnya aku ikut dia karena aku tidak tahu orang-orang sekelasku, kemudian aku bertemu dengan Nurul dan Ghoida aku baru ingat kalau mereka berdua adalah teman sekelasku waktu MOS.
        Ketika aku masuk kelas untuk pertama kalinya, aku duduk sebangku dengan Mona. Aku sangat senang bisa sebangku dengan dia, dia orangnya baiak. Waktu itu aku duduk di bangku paling depan sekaligus paling dekat pintu dan paling terpencil karena hanya aku dan Mona perempuan yang duduk di barisan pinggir itu. Yang duduk di belakangku adalah Bambang dan Fadli, Fadli adalah wakil KM di kelas kami. Sedangkan KMnya adalah Alan.
        Hari demi hari aku lalui dengan penuh rasa optimis dan senang. Bulan pertama sekolah aku masih sering sakit-sakitan karena belum terlalu pulih dari sakiitku waktu itu.
        Seiring berjalannya waktu, aku mendapatkan teman yang bisa aku ajak untuk berbagi. Awalnya aku sering pulang bersama Resti yang selalu bercerita tentang Rendi. Hampir setiap hari mereka bertengkar, hingga akhirnya mereka mempunyai perasaan khusus kemudian jadianlah mereka sampai saat ini dan menjadi best couple di kelas kami. Setelah Resti bersama teman-teman dekatnya, aku pun menjadi dekat dengan Ghoida karena kebetulan waktu itu kami satu oraganisasi yaitu DKM. Kemudian aku dekat dengan Villa, kita selalu cerita tentang cerita pribadi masing-masing. Waktu itu aku seakan-akan mendapatkan teman penggantiku ketika SMP dulu, aku merasa dia menggantikan sosok Ani tapi ternyata tidak, Ani adalah Ani dan Villa adalah Villa mereka berdua tidak bisa disamakan. Setelah itu aku punya satu teman dekat lagi namanya Sinta, aku jauh lebih merasa dekat dengannya. Aku jauh lebih bisa terbuka semuanya kepada Sinta, dan dialah orang yang benar-benar bisa menjadi sahabatku. Kemudian aku dekat dengan Nurul, orang yang agak sedikit loading diantara kami semua. Dan akhiranya aku bisa berteman dengan teman-teman semua.
        Banyak sekali suka duka yang aku alami selama masih di X-1, ada beberapa orang yang mengalami CINLOK ada yang terang-terangan menjadi konsumsi publik, ada juga yang terselubung dan hanya orang-orang terdekatnyalah yang tahu. Tapi yang langgeng sampai perpisahan hanya satu “Rendi dan Resti”, 2R itu masih bisa bertahan walaupun terkadang ada komplik yang menghampiri mereka.
        Di dalam X-1 ada beberapa kelompok yang selalu bersama-sama, tapi bukan berarti kita terdiri dari kelompok-kelompok orang yang tidak mau bersosialisasi dengan teman yang lain. Mungkin lebih tepat lagi hanya sebuah persahabatan yang mereka jalin, dan mungkin hanya orang-orang itu yang bisa mereka anggap sahabat.
        Dalam persahabatan tersebut tidak selamanya berjalan dengan lancar, selalu ada masalah, konflik, kesalah pahaman, dan perselisihan yang singgah di dalam persahabatan itu. Aku sendiri pernah merasakannya. Tapi sejujurnya aku tidak tahu apa sebabnya, hinnga akhirnya waktu itu aku minta maaf duluan. Waktu itu kita jauh dengan tiba-tiba dan baikan lagi dengan sendirinya.
        Banyak sekali cerita tentang kelas kami yang kalau diceritakan bisa satu buku. Dan yang tidak akan terlupakan adalah predikat kami, kelas paling aneh dan terriweuh...

        Alhamdulillaah....